Owner olshop wajib baca! Cara agar tidak di php-in Pelanggan
Owner olshop wajib baca! Cara agar tidak di php-in Pelanggan
Olshop atau toko online adalah hal yang tidak asing lagi bagi skandation, sobat skada pasti punya teman atau sahabat yang menjalankan bisnis toko online atau bahkan sobat skada yang sedang membaca artikel kali ini mempunyai sebuah toko online.
Ada beragam kemudahan jika sobat berbisnis online tetapi setiap ada kemudahan pasti ada kesulitan. Salah satunya adalah pelanggan yang "php" atau pemberi harapan palsu. Bayangin aja pelanggan udah nanya sana sini, udah pesan produk. eh, gak jadi beli.
Nah kali ini jurnalis skada akan memberikan cara agar tidak di "php"-in pelanggan. Penulis mengambil referensi dari sebuah buku yaitu Promosi Anti Mainstream karya Kharisma Groub. Berikut artikel Cara agar tidak di php-in Pelanggan.
1. Teknik Follow Up
Teknik Follow Up yang baik harus sobat skada metahui saat kostumer tiba-tiba hilang kabar padahal gak ada angin gak ada hujan. Karna bisa saja pelanggan sobat skada lupa karna kesibukan sehari-harinya, nah kalau sudah seperti ini teknik yang sobat skada lakukan adalah follow up dengan teknik pilihan, berikut contoh masalah dan penyelesaiannya.
Teknik Follow Up Yang Salah
Penjual: Selamat Pagi kak
Pembeli: Selamat Pagi
Penjual: gimana kak, jadi beli produknya?
Pembeli: Hmm... nggak dulu deh
Penjual: Oh ok kak. (ngeness….. Gagal dapat pelanggan)
Teknik Follow Up Yang Benar
Penjual: Selamat Pagi kak Indah (Ramah dan sebut nama)
Pembeli: Selamat Pagi kak
Penjual: Saya ingin mengkonfirmasi tentang pembelian kakak minggu lalu
Pembeli: Iya bagaimana kak?
Penjual: Rencananya mau transfer melalui Mandiri atau BCA?
Pembeli: Mungkin via Mandiri saja, bisa minta no rekeningnya?
Penjual: ok kak ini nomornya (sukses)
Inti dari teknik ini adalah jangan memberikan pertanya dengan pilihan "tidak" bagi pelanggan tapi berikan pertanyaan yang memberikan pilihan seperti:
1. Ingin transfer via Bank A atau Bank B?
2. Rencananya mau membeli produk A atau B?
3. Mau beli jumlah satuan atau paketan?
Inti dari tenik closing melalui follow up ini adalah tidak memberi ruang untuk penundaan dan “tidak”
2. Membuat Data Pelanggan
Ada kalanya seorang pelanggan yang sudah memesan barang tapi uangnya tidak di transfer-transfer, kadang sampai khilaf siapa aja yang pesan.
Cara menagatasinya adalah sobat skada harus membuat catatan tentang siapa saja yang sudah order tapi belum transfer tujuannya agar sobat skada mudah untuk melakukan follow up ke pelanggan.
3. Follow up melalui Personal Chat atau PC
Salah satu tips agar tidak di php-in adalah jangan memfollow up pelanggan melalui chat grub atau multi chat karna pelanggan akan merasa lebih nyaman jika melakukan personal chat.
4. Sapa dengan nama pribadi
Dengan menyapa nama pribadi maka obrolan sobat dengan pelanggan akan terasa lebih dekat dan personal jangan sekedar menyapa dengan kata "bro" atau "sist".
Itulah beberapa Cara agar tidak di php-in pelanggan, penulis berharap artikel kali ini berguna bagi sobat skada umumnya dan bagi sobat skada yang mempunyai online shop khususnya. Jika sobat skada punya teknik lainnya silahkan sampaikan di kolom komentar.
Penulis : DS



